Sabtu, 17 Desember 2011

SKRIPSI MARGARETTA MARIA RIRI ROSALINA - 11140110049


PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA
YANG BAIK DAN BENAR
PADA IKLAN MEDIA CETAK

SKRIPSI


Diajukan guna Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)


Margaretta Maria Riri Rosalina
11140110049




PROGRAM STUDI PUBLIC RELATIONS
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA
TANGERANG
2015






Halaman Pengesahan


Skripsi dengan judul “Penggunaan Bahasa Indonesia
yang Baik dan Benar pada Iklan Media Cetak”
Oleh
Margaretta Maria Riri Rosalina
telah diujikan pada hari Rabu,  tanggal 9 Januari 2015
pukul 13.00 s.d. 15.00 dan dinyatakan lulus
dengan susunan penguji sebagai berikut.



Ketua Sidang                                      Penguji Ahli




Dra. Bherta Sri Eko M., M.Si.                       Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum.
                              
                                  



Dosen Pembimbing









Disahkan oleh
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi-UMN





Dra. Bherta Sri Eko M., M.Si.





HALAMAN PERSEMBAHAN



Terpujilah Tuhan, sebab kasih setia-Nya
ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib
pada waktu kesesakan!

Aku menyangka dalam kebingunganku :
“Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu”
Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku,
Ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

Kasihilah Tuhan,
hai semua orang yang dikasihi-Nya!
Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan,
tetapi orang-orang yang berbuat congkak
diganjarnya dengan tidak tanggung-tanggung.

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!

( Mzm 31:22-25)





KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena inspirasi dari-Nya, skripsi berjudul “Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar pada Iklan Media Cetak” dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Skripsi ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara.
Skripsi ini dapat menjadi sumber informasi bagi pembaca yang menggeluti dunia media massa atau media percetakan, seperti periklanan dan permajalahan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat lebih disesuaikan dan dipenuhi oleh media massa atau media cetak yang tersedia. Selain itu, dalam skripsi ini juga dibahas hal-hal yang perlu diperhatikan tentang etika berkomunikasi yang baik dan benar dalam menghadapi atau pun menanggapi kritikan dari masyarakat luas.
Dalam penulisan skripsi ini, banyak pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat penulis tuntaskan. Oleh karena itu, penulis berterima kasih kepada:
1.     Dr. Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang memberi inspirasi bagi penulis untuk memiliki mental juara,
2.     Johanes S. Prajitno, M.Sc., Pelaksana Harian Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang mengajar penulis cara observasi data dengan benar,
3.     Dra. Bherta Sri Eko M., M.Si.,Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara, yang menerima penulis dengan baik untuk berkonsultasi,
4.     Benediktus Ari Darmawan, S.Fil., yang membimbing pembuatan skripsi penulis, dan
5.     Niknik M. Kuntarto, S.Pd., M.Hum. yang mengajar penulis tata cara menulis karya ilmiah dengan benar.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga: Papi, Mami, dan Kakak tercinta yang selalu mendukung penulis melalui doa dan memotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai sumber informasi yang benar.
Tangerang, Januari 2015

Penulis





BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
            Menurut Niknik M. Kuntarto (2011a:3), “Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara: bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, alat penghubung tingkat nasional, dan alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.” Ia juga berkata,
bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa di Indonesia  yang memenuhi syarat sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi karena bahasa Indonesia telah dikembangkan untuk keperluan tersebut dan bahasa ini dimengerti   oleh sebagian masyarakat Indonesia(Kuntarto,2011b: 4).
            Fungsi klan pada dasarnya adalah memperkenalkan sebuah produk kepada khalayak, agar mengetahui keberadaan produk tersebut. Sebuah Iklan tidak hanya berisi tentang pengenalan, tetapi dijelaskan juga tentang manfaat, kegunaan, dan di mana masyarakat bisa mendapatkannya.
Sebelum ada media visual, para produsen menggunakan media cetak sebagai sarana iklan mereka, yaitu surat kabar. Namun, pada kenyataannya masih banyak pelanggaran kaidah gramatika dalam penggunaan bahasa Indonesia pada iklan media cetak hingga menimbulkan kesesatan.
            Ani Rachmat (2009) berpendapat, “Selain penyimpangan kaidah gramatika yang berupa frasa dalam bahasa iklan, sering dijumpai pula bentuk bahasa campuran, terutama dengan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris dalam iklan berkesan lebih keren, tetapi jika dicampur dengan bahasa Indonesia, apa yang akan terjadi ?”
“Sangat diharapkan bahwa media massa, dalam hal ini berupa iklan, menggunakan bahasa Indonesia secara tepat dan tertib, sesuai kaidah yang berlaku,” ungkap Alex Sobur (2002: 23)
Salah satu gejala yang muncul dalam bahasa iklan adalah gejala pleonasme, yaitu  penggunaan unsur bahasa berlebih. Ada penggunaan dua kata yang sebenarnya tidak perlu karena dengan menggunakan salah satu di antara kedua kata itu sudah cukup. Kita sering menjumpai bentuk sangat .... sekali, misalnya dalam kalimat kemajuan yang dicapai sangat pesat sekali. Kata sangat sama artinya dengan kata sekali, karena itu, sangat pesat sama artinya dengan pesat sekali(Ani Rachmat, 2009).





BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
            Menurut Niknik M. Kuntarto[1], “Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara: bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, alat penghubung tingkat nasional, dan alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”  Ia[2] juga berkata, bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa di Indonesia  yang memenuhi syarat sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi karena bahasa Indonesia telah dikembangkan untuk keperluan tersebut dan bahasa ini dimengerti oleh sebagian masyarakat Indonesia.
            Fungsi iklan pada dasarnya memperkenalkan sebuah produk kepada khalayak, agar mengetahui keberadaan produk tersebut. Sebuah Iklan tidak hanya berisi tentang pengenalan, tetapi dijelaskan juga tentang manfaat, kegunaan, dan di mana masyarakat bisa mendapatkannya.
Sebelum ada media visual, para produsen menggunakan media cetak sebagai sarana iklan mereka, yaitu surat kabar. Namun, pada kenyataannya masih banyak pelanggaran kaidah gramatika dalam penggunaan bahasa Indonesia pada iklan media cetak hingga menimbulkan kesesatan.
            Ani Rachmat[3] berpendapat, “Selain penyimpangan kaidah gramatika yang berupa frasa dalam bahasa iklan, sering dijumpai bentuk bahasa campuran, terutama dengan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris dalam iklan berkesan lebih keren, tetapi jika dicampur dengan bahasa Indonesia, apa yang akan terjadi ?”
“Sangat diharapkan bahwa media massa, dalam hal ini berupa iklan, menggunakan bahasa Indonesia secara tepat dan tertib, sesuai kaidah yang berlaku,” ungkap Alex Sobur[4].
Salah satu gejala yang muncul dalam bahasa iklan adalah gejala pleonasme, yaitu  penggunaan unsur bahasa berlebih. Ada penggunaan dua kata yang sebenarnya tidak perlu karena dengan menggunakan salah satu di antara kedua kata itu sudah cukup. Kita sering menjumpai bentuk sangat .... sekali, misalnya dalam kalimat kemajuan yang dicapai sangat pesat sekali. Kata sangat sama artinya dengan kata sekali, karena itu, sangat pesat sama artinya dengan pesat sekali[5].


[1] Niknik M. Kuntarto, Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir (Jakarta: Mitra Wacana Media,2011), hlm. 3.
[2] Ibid., hlm. 4.
[3] Ani Rachmat, “Bahasa Indonesia dalam Iklan”, dalam http://pustaka.unpad.ac.id, diunduh pada 13 Desember 2011, pkl. 15.00 di Tangerang.
[4] Alex Sobur, Analisis Teks Media (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2002), hlm. 23.
[5] Ani Racmat, Loc. Cit..





DAFTAR PUSTAKA

Kuntarto, Niknik M.. 2011. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir.
            Jakarta: Mitra Wacana Media.
Racmat, Ani. 2009. “Bahasa Indonesia dalam Iklan”. Dalam
            http://pustaka.unpad.ac.id. Jakarta.
Sobur, Alex. 2002. Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.





BIOGRAFI SINGKAT

            Margaretta Maria Riri Rosalina. Lahir di Tangerang, 16 Oktober 1993. Penulis merupakan putri kedua dari dua bersaudara. Telah menamatkan sekolah di  SD, SMP, dan SMA Tarakanita Gading Serpong. Memiliki hobi mendengarkan musik dan membaca novel remaja. Sosok yang pendiam dan suka sekali memikirkan hal-hal yang kurang penting hingga terkadang pikirannya menjadi kusut.
Pernah mengikuti berbagai macam perlombaan dalam bidang tarik suara, seperti lomba paduan suara se-DKI Jakarta dan lomba koor antar wilayah di gereja. Pernah pula masuk dalam peringkat 10 besar dalam lomba menulis essai antarnegara dengan menggunakan bahasa Inggris.
Aktif dalam kegiatan rohani di gereja, yaitu bergabung dalam sebuah organisasi, kemudian terpilih menjadi ketua selama 1 periode.
Memiliki moto,”Hadapi segala sesuatu dengan senyuman.”







SKRIPSI HANNY PRISTA YULIA SARI - 11140110051

SUATU PENGATAR ILMU KOMUNIKASI

SKRIPSI


Diajukan guna Memenuhi Pernyataan Memperoleh
Gelar Sarjan Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)

Hanny Prista Yulia Sari
11140110051

PROGRAM STUDI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNUVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA
TENGERANG
2011




HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul
“Suatu Pengantar Ilmu Komunikasi”
oleh
Hanny Prista Yulia Sari
telah diajukan pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2011,
pukul 10.00 s.d. 13.00 dan dinyatakan lulus
dengan susunan penguji sebagai berikut.


Ketua Sidang                                                                                             Penguji Ahli



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.                                                        Dr. Endah Murwani, M. Si.

Dosen Pembimbing



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si

Disahkan oleh
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi – UMN



Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.





HALAMAN PERSEMBAHAN


Bunga melati bunga mawar
Bunga mawar bunga melati
Aduh pantun norak sekali…

Kakak ompong adik botak
Kamu sombong saya jitak

Buah kedondong Buah atep
Dulu bencong sekarang tetepp…

Jalan-jalan ke Manado
Jangan lupa beli papaya
Kalau mau cari jodo
Pilihlah yang keren seperti saya

Keirian lewat solo
Cukup sekian gitu lo

Keirian beli cendrawasih
Cukup sekian dan terima kasih

(Karodalnet)





KATA PENGANTAR

Inspirasi dan ketekunan dari karunia Tuhan Yang Maha Pengasih, atas kebaikan-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik yang berjudul “Suatu Pengantar Ilmu Komunikasi”. Maka dari itu penulis bersykur atas karunia dan rahmat-Nya. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis telah memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.    Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si, Dosen Pembimbing Universitas Multimedia Nusantara yang telah banyak memberikan bimbingan, nasehat serta arahan kepada penulis.
2.    Niknik M.Kuntarto, S.Pd. M.Hum yang telah membantu mengarahkan penulis tata cara menulis skripsi yang baik dan benar.
Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih pada keluarga tersayang serta teman-teman yang telah membantu dan mendukung penulis melalui doa dan menguatkan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat  bermanfaat dan berguna sebagai sumber inspirsai bagi para pembaca.

Tangerang, September 2011


Penulis





BAB 1
PENDAHULUAN

A.   A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, para pakar komunikasi mengkemukakan fungsi yang berbeda-beda, meskipun adakalanya terdapat kesamaan dan tumpang tindih di antara berbagai pendapat tersebut.  Thomas M. Scheildel (1976a: 27) mengemukakan bahwa kita berkomunikasi  terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas-diri,  untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berprilaku seperti yang inginkan. Namun, menurut Scheidel tujuan dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis kita (1976b: 28).
Mereka percaya komunikasi yang mengacu hanya terhadap peristiwa di mana ada pesan sengaja diciptakan. Sarjana seperti mungkin mengecualikan dari definisi komunikasi situasi-situasi di mana tidak jelas bahwa komunikasi terjadi setiap perilaku waktu menghadiri dan ditafsirkan, apakah itu disengaja atau tidak?

Lasswwell (1996) Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang ( monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.

Bennard Berelson dan Gary A. Steinner (1964: 527), komunikasi adalah transmisi informasi gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi. Di mana komunikator juga memberikan rangsangan kepada komunikasi.








BAB 1
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, para pakar komunikasi  mengemukakan fungsi yang berbeda-beda, meskipun adakalanya tersapat kesamaan dan tumpang tindih diantara berbagai pendapat tersebut. Thomas M. Sheidel[1]mengemmukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berprilaku seperti yang inginkan. Namun, menurut Scheidel tujuan  dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dean psikologis kita[2].

Mereka percaya komunikasi yang mengacu hanya terhadap peristiwa-peristiwa di mana ada pesan sengaja diciptakan. Srjana seperti mungkin mengecualikan dari definisi komunikasi situasi-situasi di mana tidak jelas bahwa individu dikamsudkan utnuk membuat atau menyamoaikan pesan kepada orang lain bahkan jika perilaku punya arti pada orang lain. Ahli lain berpendapat bahwa komunikasi terjadi setiap perilaku waktu menghadiri dan ditafsirkan[3], apakah itu disengaja atau tidak?
Bagi Lasswell[4] , komunikasi adalah suatu proses yamg membuat sesuatu dari yang sudah dimiliki oleg seseorang (monopoli sesesorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.

Benard Berelson dan Gary A. Steinner[5], komunikasi adalah tranmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya. Tindakan atau proses tranmisi itulah yang biasa disebut komunikasi. Di mana komunikator juga memberikan rangsangan kepada komunikasi.





[1]  Thomas M. Scheidel, Speech Communication and Human Interaction, (Glenville,III.: Scott, Foresman & Co., 1976), hlm27.
[2]  Ibid, hlm 28.
[3]  Peter A. ANDRESON, “When One Cannot Not Communication: A Challenge to Moley’s Traditional Communication Pospulates,” Communication Studies, (Vol 42, 1991), hlm 309-325.
[4]  Agustina Zubair, Definisi Komunikasi”, dalam http://meiliema.wordpress.com, diunduh pada awal 1996.
[5]  Benard Berelson dan Gary A. Steinner, “






DAFTAR PUSTAKA



Andreson, Peter A.. 1991. “When One Cannot Not Communication: A Challenge to Molwy’s
Traditional Communication Pospulates, “Communication Studies.

Berlson, Benard Gary A. Steinner. 1964. “Pengertian Komunikasi”. dalam  http://lusa.web.id.

Sheidel, Thomas M.. 19766.  Speech Communication and Human Interaction.  Bandung: PT
            Remaja Rosda Karya.

Zubair, Agustina. 1996. “Definisi Komunikasi”. dalam  http://meiliemma.wordpress.com





BIOGRAFI


Perempuan asal Sumatera Barat ini bernama Hanny Prista Yulia Sari dengan kelahiran 15 Juli 1993. Anak ke 2 dari tiga orang bersaudara dan biasanya dipanggil dengan nama Hanny yang berprofesi sebagai Mahasiswa di Universitas Multimedia Nusantara, Fakultas Ilmu Komunikasi.
Gadis kelahiran bulan Juli ini memiliki hobi, seperti menyanyi, mendegarkan musik, menonton, jalan-jalan, menulis diary dan yang pasti juga suka melakukan hal-hal juga menyenangkan dan humoris.
Harapan utnutk kedepannya berusaha menjadi yang terbaik saja untuk diri sendiri dan juga bagi orang lain. Bisa bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan, jangan sia-siakan kepercayaan seseorang yang diberikan kepada kita.































SKRIPSI SERENATA ROSALIA LEONY MARIE JOSE - 11140110042

ETIKA BERKOMUNIKASI
DALAM MEDIA MASSA

SKRIPSI


Diajukan guna Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)

Serenata Rosalia Leony Marie Jose
11140110042

PROGRAM STUDI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA
TANGERANG
2011



HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul
“Etika Berkomunikasi dalam Media Massa”
oleh
Serenata Rosalia Leony Marie Jose
telah diujikan pada hari Rabu, tanggal 9 Januari 2011,
pukul 11.00 s.d. 13.00 dan dinyatakan lulus
dengan susunan penguji sebagai berikut.

Ketua Sidang                                               Penguji Ahli


Benediktus Ari Darmawan, S. Fil.                Drs. Ahmadun Yosi Herfanda, M.T.I.

Dosen Pembimbing


Niknik M. Kuntarto, S. Pd., M.Hum.

Disahkan oleh
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi – UMN

Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si.




HALAMAN PERSEMBAHAN

Sebab cinta yang dianugerahkan Tuhan murni,
terbebas dari rasa dengki karena harta,
dan tak pernah menyakiti raga,
 karena ia bersemayam dalam jiwa.
Ia adalah ikatan kuat
yang menyelimuti jiwa dalam ketabahan
dan yang mengisi jiwa dengan berjuta kurnia.
Ia adalah kelembutan hati
yang menciptakan harapan tanpa membingungkan jiwa.
Ia adalah pesona
 yang mengubah bumi menjadi surga
dan mengubah kehidupan ini menjadi mimpi-mimpi indah.
(Kahlil Gibran)





KATA PENGANTAR

Berkat yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Penyayang sungguh membuat penulis menjadi mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Etika Berkomunikasi dalam Media Massa”. Sudah sepatutnya penulis mengucap syukur karena penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini diajukan kepada Program Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara.
Skripsi ini dapat menjadi acuan bagi para jurnalis untuk berkomunikasi dengan baik dan menggunakan etika ketika berkomunikasi dalam media massa. Dengan begitu, komunikasi antara narasumber dan jurnalis dapat terjalin dengan baik dan berita yang dihasilkan dapat memuaskan para pembaca.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Universitas Multimedia Nusantara yang sudah menyediakan fasilitas-fasilitas memadai sehingga penulis dapat belajar dengan baik selama masa perkuliahan. Fasilitas-fasilitas tersebut tentu saja sudah membuat penulis bersemangat untuk semakin berpengetahuan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara, yang memberi penulis inspirasi untuk semakin berpengetahuan,
2. Dra. Bertha Sri Eko M., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara, yang sudah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini,
3.  Niknik M. Kuntarto, S. Pd., M.Hum.  yang sudah membimbing penulis selama penulisan skripsi dan mengajar penulis cara membuat karya ilmiah yang benar.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga: Ayah, Ibu, Kakak, dan Tante yang selalu mendukung penulis untuk selalu memberikan yang terbaik.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para jurnalis dan bagi para pembaca.

Tangerang, Januari 2011

Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Maraknya pembelajaran ilmu komunikasi di masa kini menjadikan fakultas ini menjadi incaran para calon mahasiswa, baik di universitas negeri maupun universitas swasta. Salah satu yang dipelajari dalam ilmu komunikasi adalah ilmu jurnalistik dan pers. Onong Uchjana Effendy (1993: 90) menyimpulkan,
Dengan demikian pers dan jurnalistik merupakan dwitunggal. Pers tidak mungkin beroperasi tanpa jurnalistik, sebaliknya jurnalistik tidak akan mungkin mewujudkan suatu karya bernama berita tanpa pers.
 Dalam hal pers, Onong Uchjana Effendy mengatakan bahwa pers di Indonesia menganut system khas Indonesia, yakni pers Pancasila yang oleh Dewan Pers dalam sidangnya yang ke-25 didefinisikan sebagai “pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.” (1993: 89).
Dalam melakukan komunikasi dalam media massa, dibutuhkan adanya komunikasi yang efektif untuk membangun suasana agar jurnalis bisa mendapatkan berita yang lebih mendalam dan meluas. Pada komunikasi massa, suatu komunikasi dikatakan efektif apabila mampu menjangkau komunikan dalam jumlah yang besar atau dengan kata lain pesan yang dikirim komunikator dapat diterima oleh banyak orang (Bambang Herimanto, dkk., 2005: 16).
Bambang Herimanto, dkk. (2005: 16) juga menyatakan bahwa baik komunikasi personal maupun komunikasi massa keduanya terkandung komponen komunikasi yang secara sederhana dapat meliputi komunikator, pesan, saluran, komunikan dan efek.
Untuk itu, dalam mengelola berita untuk media massa, dibutuhkan pendekatan empiris seperti yang dinyatakan Ronny Kountur (2003: 6) bahwa menurut pendekatan empiris, pengetahuan didasarkan atas fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian dan observasi.
Oleh karena itu, etika berkomukasi dalam media massa di Indonesia harus sesuai dengan ketentuan Pancasila dan membutuhkan pendekatan empiris untuk membuktikan fakta-fakta yang benar-benar ada.




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Maraknya pembelajaran ilmu komunikasi di masa kini menjadikan fakultas ini menjadi incaran para calon mahasiswa, baik di universitas negeri maupun universitas swasta. Salah satu yang dipelajari dalam ilmu komunikasi adalah ilmu jurnalistik dan pers. Onong Uchjana Effendy[1] menyimpulkan,
Dengan demikian pers dan jurnalistik merupakan dwitunggal. Pers tidak mungkin beroperasi tanpa jurnalistik, sebaliknya jurnalistik tidak akan mungkin mewujudkan suatu karya bernama berita tanpa pers.
 Dalam hal pers, Ia[2] mengatakan bahwa pers di Indonesia menganut system khas Indonesia, yakni pers Pancasila yang oleh Dewan Pers dalam sidangnya yang ke-25 didefinisikan sebagai “pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.”
Ketika melakukan komunikasi dalam media massa, dibutuhkan adanya komunikasi yang efektif untuk membangun suasana agar jurnalis bisa mendapatkan berita yang lebih mendalam dan meluas. Dalam bukunya, Bambang Herimanto, dkk.[3] menyimpulkan, “Pada komunikasi massa, suatu komunikasi dikatakan efektif apabila mampu menjangkau komunikan dalam jumlah yang besar atau dengan kata lain pesan yang dikirim komunikator dapat diterima oleh banyak orang.”
Kedua penulis[4] juga menyatakan bahwa baik komunikasi personal maupun komunikasi massa keduanya terkandung komponen komunikasi yang secara sederhana dapat meliputi komunikator, pesan, saluran, komunikan dan efek.
Untuk itu, dalam mengelola berita untuk media massa, dibutuhkan pendekatan empiris seperti yang dinyatakan Ronny Kountur[5] bahwa menurut pendekatan empiris, pengetahuan didasarkan atas fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian dan observasi.
Oleh karena itu, etika berkomukasi dalam media massa di Indonesia harus sesuai dengan ketentuan Pancasila dan membutuhkan pendekatan empiris untuk membuktikan fakta-fakta yang benar-benar ada.



[1] Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1993), hlm. 90.
[2] Ibid., hlm. 89
[3] Bambang Herimanto dan F.X. Indrojiono, Komunikasi Bisnis (Yogyakarta: Amara Books, 2005), hlm. 16.
[4] Ibid.
[5] Ronny Kountur, Metode Penelitian (Jakarta: PPM, 2003), hlm. 6.




DAFTAR PUSTAKA

Effendy, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Herimanto, Bambang & F.X. Indrojiono. 2005. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Amara Books.
Kountur, Ronny. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: PPM.





BIOGRAFI SINGKAT

Perempuan kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1993 ini memiliki nama Serenata Rosalia Leony Marie Jose. Biasanya dipanggil Sere oleh teman-teman sepermainannya. Menamatkan sekolah SD, SMP, dan SMA di Vianney, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat ini sedang mengajukan skripsi untuk Program Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara. Karyanya seperti puisi dan cerpen sudah pernah diterbitkan di majalah, seperti Cinta Itu dan Di Dada Ini, Ada Hadiah Natal Darimu, Ayah...
Hobinya adalah mendengarkan musik, menonton drama, membaca novel, dan mengarang novel atau cerpen untuk mengisi waktu luangnya. Semenjak SMP, bercita-cita menjadi seorang Jurnalis Kompas agar bisa keliling dunia dan melihat keindahan-keindahan alam di bumi ini.